You are here

Yuk Persiapkan Dana Pendidikan untuk Anak Sejak Dini

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, salah satu aspek majunya suatu negara ialah didasari oleh kualitas pendidikan yang didapat oleh masyarakatnya. Bahkan saking pentingnya pendidikan, tak jarang pula banyak negara-negara maju seperti di Eropa yang justru menggratiskan pendidikan bagi masyarakat dan memastikan bahwa mereka mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Hanya saja, untuk di Indonesia itu sendiri, pendidikan masih sangatlah mahal sehingga yang bisa mendapatkannya hanyalah yang berasal dari kalangan mampu secara finansial saja. Sedangkan yang tidak? Banyak yang tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak justru hanya membantu orang tuanya mencari uang untuk bertahan hidup. Sungguh miris. Walaupun saat ini telah ada yang dinamakan Kartu Jakarta Pintar (KJP), namun tetap seseorang baru bisa memegang kartu tersebut bila telah terdaftar sebagai siswa di sebuah sekolah dan bukan diperuntukan bagi yang tidak bersekolah atau belum pernah masuk sekolah sebelumnya.

Inilah salah satu penyebab mengapa setiap orang tua wajib mempersiapkan dana pendidikan bagi anak mereka sejak dini, bahkan sejak sebelum anak tersebut lahir. Dengan mahalnya biaya pendidikan di Indonesia, mempersiapkan dana pendidikan sejak dini akan mempermudah setiap orang tua dalam memberikan pendidikan yang layak bagi anaknya hingga jenjang tertinggi. Tetapi caranya gimana sih?

Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

1. Komitmen

Komitmen merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam melakukan sesuatu sekaligus hal yang sulit dilakukan bagi sebagian orang. Terkadang, sering kali kita memulai sesuai tetapi justru berhenti di tengah-tengah karena malas atau suntuk. Hal inilah yang sebenarnya tidak baik jika dipelihara secara terus menerus, apalagi ketika ingin menabung. Hal tersebut dikarenakan komitmen merupakan salah satu kunci utama dalam menabung. Jika uang masih dalam proses dikumpulkan namun kita sudah keburu malas, tentu uang tidak akan bisa terkumpul dan tujuan mu dalam menabung tidak akan tercapai.

Nah, agar semangat tidak kendor, mungkin kamu bisa turut mengajak anak untuk ikut menabung. Ajak mereka untuk menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung. Berikanlah mereka pengertian mengenai pentingnya menabung dan berkomitmen demi masa depan mereka. Izinkan lah pula mereka untuk mengingatkan mu agar selalu berkomitmen, jadi bukan hanya anak saja yang perlu berkomitmen, melainkan orang tua juga.

2. Disiplin

Selain komitmen, aspek kedua dalam keberhasilan menabung ialah kedisiplinan. Disiplin dalam menyisihkan uang dan disiplin dalam hal mengatur budget bulanan. Salah satu cara agar kamu bisa disiplin ialah hanya dengan membulatkan niat dan bersungguh-sungguh. Jika kamu sudah punya komitmen, maka tidak akan sulit untuk menjadi disiplin. Orang tua disiplin juga akan membawa anak menjadi disiplin pula.

3. Mencari Penghasilan Tambahan

Jika kamu merupakan ibu rumah tangga yang merasa bahwa penghasilan suami masih dianggap kurang untuk ditabung sebagai dana pendidikan anak, jangan hanya berdiam diri di rumah. Kamu bisa ikut membantu dalam mencari penghasilan tambahan. Selagi anak tidur dan suami bekerja, kamu bisa memanfaatkannya untuk merancang cara bagaimana kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Bisa dengan membuat karya dan dijual, memasak dan ditawarkan ke tetangga, atau menjual barang-barang bekas yang masih layak pakai. Kemudian uang tersebut bisa kamu sisihkan sebagian untuk ditabung.

4. Membuka Tabungan Berjangka

Bagi kamu yang tipe bosanan atau malas menyisihkan uang, membuka tabungan berjangka bisa menjadi pilihan yang tepat. Tabungan berjangka ini biasanya merupakan fasilitas yang disediakan oleh bank untuk nasabahnya yang memang ingin menabung yang juga disesuaikan dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Ketika seorang nasabah telah mendaftar untuk membuka tabungan berjangka ini, maka nasabah diminta untuk memilih nominal uang yang ingin ditabung perbulannya sekaligus dengan jangka waktu yang diinginkan. Pada nantinya, uang nominal yang telah dipilih oleh nasabah itu sendiri akan ditarik secara otomatis setiap bulannya dan baru bisa dicairkan setelah mencapai jangka waktu yang telah ditentukan.

Sebagai contoh, kamu membuka tabungan berjangka dengan jangka waktu selama 2 tahun dan nominal sebesar Rp. 500.000 / bulan. Nah, nanti setiap bulannya uang di dalam rekening mu akan ditarik secara otomatis sebesar 500 ribu rupiah dan uang tersebut baru bisa dicairkan atau masuk ke dalam rekening mu secara otomatis setelah jangka waktu 2 tahun telah berakhir.Tentu saja cara menabung seperti ini akan lebih mempermudah.

5. Kredit Dana Pendidikan

Cara lain yang bisa kamu lakukan ialah dengan mengajukan kredit dana pendidikan. Salah satu keuntungan mengajukan kredit dana pendidikan ialah karena jangka waktu pembayarannya yang lama dengan skema bunga pinjaman yang cukup rendah. Ada beberapa debitur yang mewajibkan peminjam untuk melunasi pinjamannya sebelum lulus, namun ada juga yang memperbolehkan peminjam untuk lulus dan mendapatkan penghasilan tetap dulu sebelum melunasi. Yang jelas, kredit dana pendidikan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi setiap masyarakat agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Ketika seseorang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga bangku tertinggi, maka jelas peluang mereka untuk dapat bekerja di dunia profesional pun akan terbuka lebar, sehingga hadinya kredit dana pendidikan dipercaya untuk kedepannya akan mampu meretas kemiskinan. Nah, bagi kamu yang baru lulus SMA namun tidak memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tidak ada salahnya mengajukan kredit dana pendidikan ini. Bingung mau mengajukan kemana? Ya di CekAja.com saja!

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi https://www.cekaja.com/kredit-pendidikan 

 

 

Tinggalkan Balasan

Top